Tim 8 Siap Bantu Pemko
Sebuah komunitas yang terdiri dari berbagai kalangan yang menamakan diri ‘Tim 8’, siap membantu Pemko Padang. Terutama dalam upaya mewujudkan program Padang Bersih, Padang Hijau, Padang Pintar dan lainnya. Adanya inisiatif tim ini, tak salah jika pemko pun memberikan apresiasi.
“Sebagai ibukota provinsi, Padang harusnya memang menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Sumbar,”
ujar Wawako Padang Emzalmi, usai penandatangan MoU antara Pemko Padang dan Tim 8 yang diketuai Teddy Yantaria Riza, Senin (23/3) di ruang kerja Wawako.
Selain Emzalmi dan Firman Hasan, ikut menandatangani MoU itu Sekdako Nasir Ahmad dan Teddy.
Diungkapkan Emzalmi, rancangan program Tim 8 sesungguhnya membantu pemko dalam melakukan tugasnya. Usulan, ide yang datang dari masyarakat inilah yang bisa memperkuat upaya pemko melaksanakan program unggulannya.
Kepala Bappeda Kota Padang, Hervan Bahar mempertegas bahwa kerjasama pemko dengan Tim 8 nantinya menunjang kesuksesan City Sanitation Summit (CSS) ke-2 yang telah diamanahkan pemerintah pusat untuk dilaksanakan di Kota Padang jelang akhir tahun nanti. Acara bakal diramaikan dengan aneka kegiatan lomba sekaligus edukasi terkait pemanfaatan limbah yang dipersiapkan bersama dengan Tim 8.
“Kegiatan ini nantinya bisa menggugah masyarakat. Kegiatan tambahan di ajang CSS ini bisa saja mendatangkan apresiasi dari pusat. Bahkan digagas pula rencana besar yang salah satu bagiannya mendirikan sains centre atau teknopark di Kota Padang,” ujar Hervan.
Pembina Tim 8, Prof. Firman Hasan tentu saja mengapresiasi positif sambutan pemko ini. Menurut dia, Tim 8 hanya punya inisiatif untuk memfasilitasi kegiatan yang nantinya bisa dieksekusi oleh pemerintah daerah.
Diakuinya, memang sulit merubah perilaku masyarakat terkait upaya mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah. Namun jika disinergikan dan dilakukan terus menerus, maka tak mungkin ini menjadi gerakan daerah.
Katanya, berbagai elemen masyarakat seperti anak sekolah, kader PKK, dasa wisma telah mulai digerakkan untuk pemanfaatan sampah ini. Namun sayang, belum menjadi gerakan bersama bagi masyarakat Kota Padang.
Dia pun berharap, kegiatan ini dilaksanakan berkesinambungan. Tidak hanya semangat di awal namun kemudian tenggelam sebagaimana kerjasama di tahun 2014.
Dijelaskan Ketua Tim 8, Teddy Yantaria Riza, pemko dan timnya sepakat melakukan kerjasama kembali. Terlebih ada kesuksesan bersama yang telah mereka lakukan di masa-masa awal kepemimpinan Walikota Mahyeldi dan Wakil Walikota Emzalmi. Kala itu, keduanya mengangkat semifinal lomba 3R Creative Media Award berbahan utama sampah bagi 16 SMA/SMK se-Sumbar.
Bahkan lomba ini menjadi ajang pembuktian pertama bagi kinerja kedua pasangan itu. Dalam masa transisi saja mereka bisa melakukan sinergitas sehingga sukses melaksanakan kegiatan itu. Atas fasilitasi Tim 8, kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Kemenristek. Direktur Puspiptek, Ari Hendarto Saleh hadir dan stafnya jadi juri di acara tersebut. (zul)
(NB Diterbitkan di Singgalang Edisi Selasa 24 Maret 2015)
“Sebagai ibukota provinsi, Padang harusnya memang menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Sumbar,”
ujar Wawako Padang Emzalmi, usai penandatangan MoU antara Pemko Padang dan Tim 8 yang diketuai Teddy Yantaria Riza, Senin (23/3) di ruang kerja Wawako.
Selain Emzalmi dan Firman Hasan, ikut menandatangani MoU itu Sekdako Nasir Ahmad dan Teddy.
Diungkapkan Emzalmi, rancangan program Tim 8 sesungguhnya membantu pemko dalam melakukan tugasnya. Usulan, ide yang datang dari masyarakat inilah yang bisa memperkuat upaya pemko melaksanakan program unggulannya.Kepala Bappeda Kota Padang, Hervan Bahar mempertegas bahwa kerjasama pemko dengan Tim 8 nantinya menunjang kesuksesan City Sanitation Summit (CSS) ke-2 yang telah diamanahkan pemerintah pusat untuk dilaksanakan di Kota Padang jelang akhir tahun nanti. Acara bakal diramaikan dengan aneka kegiatan lomba sekaligus edukasi terkait pemanfaatan limbah yang dipersiapkan bersama dengan Tim 8.
“Kegiatan ini nantinya bisa menggugah masyarakat. Kegiatan tambahan di ajang CSS ini bisa saja mendatangkan apresiasi dari pusat. Bahkan digagas pula rencana besar yang salah satu bagiannya mendirikan sains centre atau teknopark di Kota Padang,” ujar Hervan.
Pembina Tim 8, Prof. Firman Hasan tentu saja mengapresiasi positif sambutan pemko ini. Menurut dia, Tim 8 hanya punya inisiatif untuk memfasilitasi kegiatan yang nantinya bisa dieksekusi oleh pemerintah daerah.
Diakuinya, memang sulit merubah perilaku masyarakat terkait upaya mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah. Namun jika disinergikan dan dilakukan terus menerus, maka tak mungkin ini menjadi gerakan daerah.
Katanya, berbagai elemen masyarakat seperti anak sekolah, kader PKK, dasa wisma telah mulai digerakkan untuk pemanfaatan sampah ini. Namun sayang, belum menjadi gerakan bersama bagi masyarakat Kota Padang.
Dia pun berharap, kegiatan ini dilaksanakan berkesinambungan. Tidak hanya semangat di awal namun kemudian tenggelam sebagaimana kerjasama di tahun 2014.
Dijelaskan Ketua Tim 8, Teddy Yantaria Riza, pemko dan timnya sepakat melakukan kerjasama kembali. Terlebih ada kesuksesan bersama yang telah mereka lakukan di masa-masa awal kepemimpinan Walikota Mahyeldi dan Wakil Walikota Emzalmi. Kala itu, keduanya mengangkat semifinal lomba 3R Creative Media Award berbahan utama sampah bagi 16 SMA/SMK se-Sumbar.
Bahkan lomba ini menjadi ajang pembuktian pertama bagi kinerja kedua pasangan itu. Dalam masa transisi saja mereka bisa melakukan sinergitas sehingga sukses melaksanakan kegiatan itu. Atas fasilitasi Tim 8, kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Kemenristek. Direktur Puspiptek, Ari Hendarto Saleh hadir dan stafnya jadi juri di acara tersebut. (zul)
(NB Diterbitkan di Singgalang Edisi Selasa 24 Maret 2015)