Indonesia Bisa Berkontribusi Tinggi di Keilmuan Internasional
Padang - Indonesia berpotensi menghasilkan banyak riset yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dunia. Potensi alam, budaya bahkan sisi kebencanaannya bisa jadi trending topic ilmu pengetahuan internasional.
“Banyak tema riset yang bisa menjadi kontribusi Indonesia bagi pengetahuan dunia. Sisi kebencanaannya saja bisa menjadi sumbangsih Indonesia bila dijadikan penelitian mendalam,” ujar Dosen Universitas Indonesia, Dr. Allan Frank Lauder, MA, usai memberikan kuliah umum di Pasacasarjana UBH Ulak Karang Padang, Sabtu (14/2).
Orang Inggris yang bangga terhadap Indonesia ini menegaskan sumbangsih bagi keilmuan internasional itu bisa terwujud jika para mahasiswa pascasarjana mau melakukan penelitian yang lain dari biasanya.
Bukan hanya memenuhi syarat lulus pendidikan magister atau doktoral semata. Tanamkan keinginan hasil penelitian kita menjadi rujukan banyak ilmuwan/peneliti lainnya.
Pilihlah topik penelitian yang sekiranya bermanfaat hingga belasan atau puluhan tahun kemudian. Sedari awal menempuh pendidikan magister atau doktoral, mahasiswa pascasarjana diharapkannya sudah punya topik penelitian yang akan dilakukan nantinya.
Mulailah mencicil penelusuran referensi atau literatur yang mendukung penelitian itu. Sortirlah bahan tersebut dan beri batasan untuk mencapai hasil yang bagus. Kerja keraslah membuat pertanyaan yang memudahkan pembatasan.
Sekaitan dukungan pustaka yang terbatas di suatu institusi pendidikan, Allan menyatakan itu bukanlah halangan. Mahasiswa bisa datang ke berbagai pustaka.
Triknya, gunakan katalog untuk mendapatkan bahan apa saja yang bisa didapat di sana secara optimal. Kumpulkan semua dan catat bahan untuk referensi pendukung penelitian kita. Pindahlah ke pustaka lainnya untuk berburu literatur yang kurang.
Sang mahasiswa bisa juga memanfaatkan kemajuan teknologi. Berselancar di dunia maya. Dijelaskan Allan, google telah bersusah payah mengindeks berbagai buku, jurnal dan lainnya. “Ada 130 juta lebih buku yang tersedia. Lacak saja di google books, gunakan kata kunci hingga menemukan buku memuat bahan yang diperlukan,” ujar suami profesor linguistik di Universitas Indonesia ini.
Saat melakukan riset, pakailah metoda ilmiah. Untuk studi kasus bisa memakai sampling, kuesioner, survei, statistik, eksperimental dan lainnya yang relevan. Kepada mahasiswa baru pascasarjana Universitas Bung Hatta, Allan menjelaskan secara umum bagaimana tahapan agar hasil penelitian bermanfaat, baik untuk orang lain maupun peningkatan wawasan serta karir.
Dia mengakui memang penelitian yang baik didapatkan dari kejelian, kerja keras, disiplin dan keikhlasan berkorban waktu dan uang. Menurutnya, mahasiswa pascasarjana UBH bisa mencatatkan sejarah terutama lewat penelitian coastal marine dan mitigasi bencana.
Direktur Pascasarjana UBH, Nasfryzal Carlo, juga berharap materi kuliah umum yang djberikan Dr. Allan bisa memotivasi mahasiswa baru untuk memberikan kontribusi keilmuan lewat hasil riset atau disertasi mereka. Dia bersama pengajar lainnya dengan dukungan yayasan siap memberi bantuan yang diperlukan agar mereka tamat tepat waktu dengan hasil penelitian yang bermanfaat. (zul)