Anak TK Semen Padang Berebut Tampilkan Kebolehannya di Singgalang
Padang - Anak-anak TK Semen Padang berkunjung ke Singgalang bersama guru dan orang tua mereka. Mereka ingin melihat bagaimana koran Singgalang itu dibuat. Siapa saja yang bekerja dan lainnya. Mereka juga menyerahkan sebagian infaq yang mereka kumpul setiap Jumat kepada Dompet Dhuafa Singgalang.
Kehadiran mereka disambut Koordinator Liputan, Susilo Abadi Piliang dan Redaktur Lenggogeni di Rattan Room, dimana Singgalang menyambut kedatangan tamunya. Cara Susilo dan Lenggo menghadapi anak-anak itu membuat suasana riuh rendah.
Bukan lantaran anak-anak tidak perhatian atau bosan. Melainkan mereka berebutan untuk menampilkan kebolehan mereka. “Siapa yang pandai membaca?” tanya Susilo.
Anak-anak berebutan untuk mengacungkan tangan. Bahkan ada yang menghidupkan mikropon yang ada di hadapannya untuk menarik perhatian Susilo. “Saya, saya...,” ujarnya.
Ternyata Hanif yang mendapat giliran. Dengan gayanya yang penuh percaya diri, dia membaca halaman pertama Singgalang terbitan hari itu. Sebagai hadiah, Susilo memberikan mug berlabelkan Singgalang. Dia pun sempat memamerkannya pada teman-teman sebelum menyerahkan pada mamanya.
Inilah yang makin menyemangati anak-anak TK Semen Padang unjuk kebolehan. Mereka pun ingin mendapatkannya. Evan Haikal membaca puisi, Nujmi nyanyi Pelangi-pelangi, Naysa dan Zahra nyanyi berbahasa Inggris. Hanif pun mengajak temannya Farid, Daffa, Haikal untuk berpantun. Kepadanya diberikan mug, kalender, buku dan lainnya.
Zahra juga ingin tampil lagi bersama Fadlan untuk baca Alfatihah. Rayyan, Nenes menyanyikan lagu balonku.
Di saat antusiasme anak sedang tinggi itulah Susilo menceritakan sedikit sejarah Singgalang sejak didirikan pada 18 Desember 1968. Anak-anak awalnya serius mendengarkan penjelasan itu. Lalu mereka yang memang terbiasa belajar sambil bermain, mulai menggoda teman sebelahnya.
Namun ternyata mereka memperhatikan penjelasan Susilo. Buktinya saat diberi pertanyaan acak seputar penjelasan yang diberikan, mereka antusias ingin memberikan jawaban yang benar. Akhirnya, Daffa, Haykal dan Nenes lah yang beruntung mendapatkan hadiah.
Karena telah mendapatkan mug, dia minta hadiah buku saja. Tentu saja Susilo dan Lenggo tertawa mendapat permintaan khusus ini. Terpaksalah buku Kepada Singgalang Mereka Mengadu itu dimintakan lagi kepada Sekretariat.
Serahkan Infak
Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri menjelaskan,” Kami guru-guru TK Semen Padang membawa anak-anak ke Singgalang agar anak kenal lebih dekat. Lagipula mereka udah tahu Singgalang yang sering memberitakan aktifitas sekolah mereka. Mereka yang minta.”
Menurut Deni, anak-anak itu dibawa ke Singgalang sekaitan dengan tema pelajaran mereka ‘Pekerjaan.’. Di perusahaan penerbitan pers banyak jenis pekerjaan yang telibat hingga koran sampai ke tangan pembaca. “Makanya kami membawa mereka ke kantor surat kabar. Dan Singgalang jadi pilihan,” ungkapnya.
Selain itu, Deni juga bermaksud menyerahkan sebagian infak yang dikumpulkan anak-anak TK itu kepada Dompet Dhuafa Singgalang. Sebelum menyerahkan infak itu, Deni menyatakan kepada anak-anak TK Semen Padang, bahwa yang diserahkan tersebut adalah infak yang dikumpulkan tiap Jumat. Anak-anak itu pun senang jadinya. Dan tambah gembira lagi saat diajak berkeliling Singgalang. (zul)
