Magister Teknik Sipil UBH Diminati Praktisi
Padang - Jelang sewindu, program studi (prodi) Magister Teknik Sipil Universitas Bung Hatta (UBH) tak berpuas diri. Meski diminati para praktisi dari Sumatera dan Jawa, pengelolaannya terus dibenahi.
Bahkan pada angkatan ke-16 konsentrasinya ditambah. Sehingga ada konsentasi manajemen konstruksi, manajemen proyek dan manajemen risiko bencana yang dilengkapi dengan manajemen aset dan fasilitas (asset and facility management).
”Alhamdulillah, Magister Teknik Sipil kita makin diminati. Peminatnya banyak dari kalangan praktisi,” ujar Ketua Prodi, Wardi, Selasa (10/6).
Diungkapkan, Wardi, meningkatnya minat terhadap prodi yang dia pimpin disebabkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki. Di antaranya, mata kuliah yang aplikatif, pengajar yang umumnya praktisi baik dalam maupun luar negeri.
Para mahasiswa bakal menikmati kuliah di sejumlah kampus ternama di Indonesia dan Malaysia. Umumnya, dosen dari UI, UGM dan lainnya memberi kesempatan beberapa kali tatap muka di universitas dimana dia menjadi pengajar tetap.
Bahkan dosen UTM yang membantu sejak 2007, memfasilitasi perkuliahan di UTM. Satu minggu kuliah seperti biasa. Seminggu pula dibawa studi kasus di perusahaan mitra UTM.
Di sana, kata pria yang kandidat doktor dari UTM itu, mahasiswa diberi kesempatan tahu lika-liku manajemen proyek atau konstruksi dari pelaku usaha bidang konstruksi di negeri jiran, Malaysia itu. Mereka belajar dari manager di sana.
“Pengalaman ini membuka wawasan para calon manager proyek yang belajar di program pascasarjana Bung Hatta ini. Memotivasi mereka bekerja lebih baik di tempat kerja masing-masing,” katanya.
Program belajar di luar negeri jadi kebanggaan bagi mereka. Pengalaman dan ilmu yang mereka dapat dari profesor di UTM dan praktisi usaha konstruksi multinasional itu menambah percaya diri lulusan.
Kadang Jerman menawarkan menawarkan workshop di negara mereka. Oleh pengelola pascasarjana ditambah dengan study Tour ke negara Eropa yang fenomenal dengan karya bangunannya.
Mahasiswa Magister Teknik Universitas Bung Hatta harus belajar ke luar negeri pada semester dua. Dan karena wawasan dari negara lain inilah dipandang perlu menambah konsentasi asset dan facility management tersebut. Ini satu-satunya di Indonesia.
Ditambahkannya, Prodi Magister Teknik Sipil pun bekerja sama dengan BNPB untuk konsentasi Manajemen Risiko Bencana. (zul)
Bahkan pada angkatan ke-16 konsentrasinya ditambah. Sehingga ada konsentasi manajemen konstruksi, manajemen proyek dan manajemen risiko bencana yang dilengkapi dengan manajemen aset dan fasilitas (asset and facility management).
”Alhamdulillah, Magister Teknik Sipil kita makin diminati. Peminatnya banyak dari kalangan praktisi,” ujar Ketua Prodi, Wardi, Selasa (10/6).
Diungkapkan, Wardi, meningkatnya minat terhadap prodi yang dia pimpin disebabkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki. Di antaranya, mata kuliah yang aplikatif, pengajar yang umumnya praktisi baik dalam maupun luar negeri.
Para mahasiswa bakal menikmati kuliah di sejumlah kampus ternama di Indonesia dan Malaysia. Umumnya, dosen dari UI, UGM dan lainnya memberi kesempatan beberapa kali tatap muka di universitas dimana dia menjadi pengajar tetap.
Bahkan dosen UTM yang membantu sejak 2007, memfasilitasi perkuliahan di UTM. Satu minggu kuliah seperti biasa. Seminggu pula dibawa studi kasus di perusahaan mitra UTM.
Di sana, kata pria yang kandidat doktor dari UTM itu, mahasiswa diberi kesempatan tahu lika-liku manajemen proyek atau konstruksi dari pelaku usaha bidang konstruksi di negeri jiran, Malaysia itu. Mereka belajar dari manager di sana.
“Pengalaman ini membuka wawasan para calon manager proyek yang belajar di program pascasarjana Bung Hatta ini. Memotivasi mereka bekerja lebih baik di tempat kerja masing-masing,” katanya.
Program belajar di luar negeri jadi kebanggaan bagi mereka. Pengalaman dan ilmu yang mereka dapat dari profesor di UTM dan praktisi usaha konstruksi multinasional itu menambah percaya diri lulusan.
Kadang Jerman menawarkan menawarkan workshop di negara mereka. Oleh pengelola pascasarjana ditambah dengan study Tour ke negara Eropa yang fenomenal dengan karya bangunannya.
Mahasiswa Magister Teknik Universitas Bung Hatta harus belajar ke luar negeri pada semester dua. Dan karena wawasan dari negara lain inilah dipandang perlu menambah konsentasi asset dan facility management tersebut. Ini satu-satunya di Indonesia.
Ditambahkannya, Prodi Magister Teknik Sipil pun bekerja sama dengan BNPB untuk konsentasi Manajemen Risiko Bencana. (zul)
