Kemenkop Fasilitasi Produk Unggulan Sumbar
Padang - Produk Sumbar yang variatif dilirik Kementerian Koperasi dan UKM, terutama produk yang menjadi unggulan di 19 daerah di Sumbar. Kementerian berencana mengembangkannya lewat program one village one product (OVOP).
“Kami melaksanakan program ini di Sumbar karena besarnya perhatian Pemprov Sumbar terhadap UMKM dan koperasi. Sumbar juga sudah membuat surat dukungan untuk OVOP ini,” tegas Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK, Meliadi Sembiring di sela-sela temu solusi pengembangan produk unggulan daerah (PUD) dengan pendekatan OVOP melalui koperasi, Rabu (25/6).
Perhatian pemerintah daerah, kata Meliadi, mutlak diperlukan . Karena dukungan ini menentukan keberhasilan program OVOP tersebut. Diakui Meliadi, produk unggulan itu telah dikembangkan sejak lama, namun tetap membutuhkan ‘sentuhan-sentuhan’ agar lebih berkualitas dan bisa jadi produk primadona.
Masyarakat sangat diharapkan Meliadi dapat berpartisipasi aktif, seluruh masyarakat dan lintas pelaku usaha melalui wadah koperasi. Koperasi diharap dapat melakukan pengadaan bahan baku, pemrosesan dan pemasaran bersama.
Hal itu dipercaya dapat meningkatkan efisiensi dan posisi tawar anggota koperasi. Bahkan lewat koperasi, bisa dilakukan peningkatan kapasitas usaha. Dikatakannya, pendekatan OVOP diarahkan untuk produk unggulan daerah yang memiliki ciri khas daerah, keterampilan turun temurun, hanya ada di satu tempat dan memiliki potensi pasar baik lokal, apalagi ekspor.
Diharapkan, produk unggulan daerah ini bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendunia berbasiskan mutu dan daya saing. Semuanya melalui proses industri pengolahan di dekat daerah basis usaha, misalnya produk unggulan agro industri pertanian, perkebunan atau produk lainnya seperti produk agro wisata dikembangkan bersama objek pariwisata, produk kerajinan berbasis budaya tradisional dengan pagelaran budaya.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sangat mendukung program OVOP ini. Irwan menilai pengembangan usaha seperti OVOP sudah dilakukan oleh berbagai nagari di Sumbar. Masing-masing nagari punya produk unggulan. Bahkan berpuluh tahun lalu, Amai Setia sudah membentuk wadah untuk pengembangan produk di Koto Gadang.
Dukungan gubernur juga didasarkan tingginya perhatian Kementerian Koperasi dan UKM terhadap Sumbar. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM daerah ini.
“Kita yakin, lewat pemberdayaan UMKM satu-satunya jalan mensejahterakan masyarakat Sumbar. Sebab, tipikal orang Minang menyulitkan pengembangan industri di daerah ini,” ungkapnya sembari meminta Kepala Dinas dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma mengkoordinir agar kegiatan kementerian di Sumbar sukses.
(zul)
“Kami melaksanakan program ini di Sumbar karena besarnya perhatian Pemprov Sumbar terhadap UMKM dan koperasi. Sumbar juga sudah membuat surat dukungan untuk OVOP ini,” tegas Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK, Meliadi Sembiring di sela-sela temu solusi pengembangan produk unggulan daerah (PUD) dengan pendekatan OVOP melalui koperasi, Rabu (25/6).
Perhatian pemerintah daerah, kata Meliadi, mutlak diperlukan . Karena dukungan ini menentukan keberhasilan program OVOP tersebut. Diakui Meliadi, produk unggulan itu telah dikembangkan sejak lama, namun tetap membutuhkan ‘sentuhan-sentuhan’ agar lebih berkualitas dan bisa jadi produk primadona.
Masyarakat sangat diharapkan Meliadi dapat berpartisipasi aktif, seluruh masyarakat dan lintas pelaku usaha melalui wadah koperasi. Koperasi diharap dapat melakukan pengadaan bahan baku, pemrosesan dan pemasaran bersama.
Hal itu dipercaya dapat meningkatkan efisiensi dan posisi tawar anggota koperasi. Bahkan lewat koperasi, bisa dilakukan peningkatan kapasitas usaha. Dikatakannya, pendekatan OVOP diarahkan untuk produk unggulan daerah yang memiliki ciri khas daerah, keterampilan turun temurun, hanya ada di satu tempat dan memiliki potensi pasar baik lokal, apalagi ekspor.
Diharapkan, produk unggulan daerah ini bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendunia berbasiskan mutu dan daya saing. Semuanya melalui proses industri pengolahan di dekat daerah basis usaha, misalnya produk unggulan agro industri pertanian, perkebunan atau produk lainnya seperti produk agro wisata dikembangkan bersama objek pariwisata, produk kerajinan berbasis budaya tradisional dengan pagelaran budaya.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sangat mendukung program OVOP ini. Irwan menilai pengembangan usaha seperti OVOP sudah dilakukan oleh berbagai nagari di Sumbar. Masing-masing nagari punya produk unggulan. Bahkan berpuluh tahun lalu, Amai Setia sudah membentuk wadah untuk pengembangan produk di Koto Gadang.
Dukungan gubernur juga didasarkan tingginya perhatian Kementerian Koperasi dan UKM terhadap Sumbar. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM daerah ini.
“Kita yakin, lewat pemberdayaan UMKM satu-satunya jalan mensejahterakan masyarakat Sumbar. Sebab, tipikal orang Minang menyulitkan pengembangan industri di daerah ini,” ungkapnya sembari meminta Kepala Dinas dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma mengkoordinir agar kegiatan kementerian di Sumbar sukses.
(zul)

