Dinsos Ikut Cegah Napza dan PMS Berbasis Sekolah
Padang - Penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat aditif (Napza) merupakan masalah sosial yang membahayakan individu, keluarga, masyarakat, dan negara.
Saat ini diperkirakan 5 juta orang yang terlibat dalam penyalahgunaan napza dan 80% diantaranya generasi muda berumur antara 11-21 tahun.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar, H Abdul Gaffar saat membuka penyuluhan penanggulangan Napza dan Penyakit Menular Seksual (PMS) di sekolah, Senin (16/6).
“Kita khawatir, jika keadaan ini dibiarkan, maka akan terjadi lost generation, kehilangan generasi penerus bangsa ini,” ujar Gaffar yang diwakili Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Suyanto.
Dijelaskannya, dilatarbelakangi kekhawatiran itu, Dinas Sosial Sumbar terus berupaya menyelenggarakan penyuluhan penanggulangan Napza dan penyakit menular seksual (PMS) untuk siswa SLTA. Penyuluhan kepada siswa mendapat prioritas, sebab penyahgunaan napza di kalangan pelajar diperkirakan lebih tinggi lagi.
Kelompok ini kata Gaffar, merupakan sasaran empuk. Mereka sedang mencari jati diri hingga harus dibekali pengetahuan seputar etika kemasyarakatan dan norma agama.
“Kita berharap lewat kegiatan ini, pelajar SLTA punya pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan mengenali narkoba. Dengan cara ini kita menciptakan perlawanan terhadap Narkoba,” tegasnya.
Wawasan bagi siswa tentang narkoba diberikan Kasi Pelayanan Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Napza Dinsos Sumbar, Sayarni. Dia memberi gambaran tentang narkoba yang mengancam generasi muda saat ini dan bagaimana mengenali dan menghindarinya.
Kepada para siswa juga diberitahukan bahaya dan sanksi hukum bagi penyalahgunaan narkoba. Materi ini diberikan Dirresnarkoba Polda Sumbar, KBP Drs. Alamsyah Marzoeki, MH.
Alamsyah mengatakan, penyalahgunaan narkoba berakibat bagi pribadi, keluarga, sosial. Narkoba bakal merubah perilaku penggunanya secara drastis. Semangat belajar turun, mudah emosi, suka menyendiri, melupakan etika, suka berbohong, mencuri demi mendapatkan narkoba, bahkan mudah berbuat tidak senonoh/mesum.
Alamsyah mengimbau siswa tidak akrab apalagi pacaran dengan orang yang menyalahgunakan narkoba. Sebab, mereka mudah melanggar etika. HIV/AIDS pun membayangi lewat jarum suntik yang dipakai pengguna atau seks bebas.
Kepada para siswa yang diharap dapat menularkan pengetahuan dari acara itu dijelaskan pula jenis, bentuk, efek klinis dan efek sosial narkoba. Mereka juga diberitahu ancaman pidana dan denda jika memakai, menyimpan apalagi ikut mengedarkan narkoba. (zul)