Header Ads

  • Breaking News

    Bermalam di TK Sebelum Wisuda, Melatih Anak Bersosialisasi Mandiri

    Padang - Guna memastikan sejauhmana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan, Yayasan (stay overnight) di sekolah.
    Muwaffaqah dan pengelola PAUD Hauriyah Halum menggagas kegiatan bermalam

    “Kegiatan stay overnight ini kami gagas untuk melihat kemandirian anak didik selama ini. Jauh hari mereka sudah dipersiapkan untuk menghadapinya, termasuk keikhlasan orangtua merelakan anak  mereka bersama temannya di sekolah. Cuma satu malam,” ujar Ketua Yayasan Muwaffaqah, Hauriyah Halum, Muhammad Rozi, Sabtu (14/6) malam.

    Dalam semalam itu, anak dipantau interaksi dan kemampuan mereka bersosialisasi. Anak-anak itu bersama-sama melakukan aktifitas harian seperti shalat berjamaah, makan bersama, tidur hingga bangun lagi. Mereka umumnya mengerjakan sendiri.

    Dikatakan, di PAUD yang menyelenggarakan PAUD, TK, kelompok bermain masyarakat dan penitipan anak ini menitikberatkan pada pembentukan karakter anak. Mereka ditumbuhkan kepercayaan dirinya, mereka dilatih berani, bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan pandai bersosialisasi secara mandiri.

    Rozi menilai, metode pembelajaran yang dikembangkan Kepala Sekolah Nina Ramayenda dan para pendidik di Hauriyah Halum mampu menumbuhkan kemandirian masing-masing anak. Anak diajak mengenali potensi dan bakatnya. Lalu, mereka dimotivasi untuk mengembangkannya.

    “Kiatnya, pendidik harus mendedikasikan waktu dan perhatiannya pada anak. Pendidik diminta bisa berinteraksi dengan anak sepenuh hati. Artinya, jika para teacher ada masalah atau beban pikiran, dia diminta tidak mengajar dulu hingga bisa fresh lagi. Dampaknya bisa merusak jiwa anak,” tegas Rozi.

    Bagi Rozi, lebih baik guru berterus terang, sebab mereka sudah dianggap keluarga besar Hauriyah Halum. Jangan sampai perjuangan dua tahun mengembangkan PAUD itu ternoda oleh hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diatasi bersama.

    Diceritakan Rozi, bahwa kasih sayang yang tulus dari para guru menumbuhkan simpati anak pada gurunya. Inilah modal mereka dalam mengajar. Begitu pula saat diberitahu ada kegiatan bermalam di sekolah jelang perpisahan. Mereka sepertinya penasaran menunggu saat itu datang.

    “Jadi para orangtua  saat mereka mengantar anaknya bisa melihat mereka kemasi bawaannya sendiri. Mengatur letaknya di ruang yang disediakan. Lantas asyik mempersiapkan acara barbeque pada malamnya,” ujarnya.

    Anak-anak diajak ikut menyiapkan sate dan bumbunya. Mereka berlatih kesabaran, ketelitian dan ketekunan saat menusukkan daging sate itu ke lidinya. Bahkan mereka yang mengatur jumlah dan pengaturan daging pada tusuk sate. Usai Shalat Isya bersama, anak-anak menikmati acara bakar sate itu. “Enaknya melebihi sate madura,” kata salah seorang dari mereka begitu bisa menyantap sate itu.

    Mereka pun amat riang bermain kembang api di halaman sekolah. Kemudian nonton bersama jelang tidur malam. Mereka begitu hanyut dalam suasana dan menikmati malam itu penuh canda dan tawa. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728