Minang Doll Bisa Jadi Ikon Baru Sumbar
Padang - Ragam pakaian adat di Minangkabau menginspirasi Christine Hakim untuk membuat miniaturnya. Sebab dari berbagai kunjungannya ke daerah atau negara lainnya, banyak yang menjual miniatur pakaian daerah atau negara mereka.
“Saya telah lama memendam keinginan membuat miniatur boneka berpakaian adat minang. Ini dalam rangka ikut melestarikan budaya minangkabau,” ujar Christine Hakim, Minggu (9/2).
Diungkapkan Christine, miniatur boneka berpakaian minang ini bisa menjadi ladang bisnis baru baginya dan pengusaha kecil di Sumbar lainnya. Ini akan jadi kekuatan baru bagi bagi produk UMKM Sumbar dalam menghadapi serbuan produk negara ASEAN di 2015.
Saat itu, produk negara tetangga bebas masuk ke pasar Indonesia sesuai kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC).
Apa yang dilakukan Christine mendapat apresiasi dari Ketua Dekranasda Sumbar, Nevi Irwan Prayitno. “Kegiatan yang dilakukan Christine patut diacungi jempol. Dia telah ikut memberdayakan perempuan dan budaya Minangkabau,” ujar Nevi di sela kegiatannya menjadi juri lomba design pakaian miniatur adat Minang yang diadakan Christine di lokasi bazar HBT.
Boneka memakai miniatur pakaian adat Minang ini diberi nama Minang Doll. Nevi memasang asa, Minang Doll hendaknya bisa dikenal dunia seperti Barbie Doll.
Dekranasda akan memfasilitasinya ke Pemerintah Provinsi Sumbar untuk menjadikan Minang Doll ini souvenir unggulan.
“Kita punya craft centre di Khatib Sulaiman Padang dan anjungan di Balairung Jakarta buat memprosikannya,” ujarnya.
Menurut Nevi, cerita di balik boneka ini bisa mendongkrak citra Minang Doll. Apalagi isu pemanfaatan limbah UMKM seperti songket bordiran dan konveksi lainnya pasti diminati masyarakat internasional karena produk ini ramah lingkungan.
Namun Nevi, percaya naluri bisnis Christine bisa membawa nama Minang Doll ini ke dunia internasional lewat jaringan bisnis yang dia punya. Nevi berharap pengusaha keturunan ini terus membina dan membantu pemasaran produk UMKM Sumbar.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padang memandang boneka berpakaian adat Minangkabau bisa meningkatkan ekonomi kreatif. Sekretaris dinas itu, Oka Librafortuna menyebut boneka Minang itu juga menunjang pariwisata daerah ini sekaligus memberdayakan perempuan. (zul)
“Saya telah lama memendam keinginan membuat miniatur boneka berpakaian adat minang. Ini dalam rangka ikut melestarikan budaya minangkabau,” ujar Christine Hakim, Minggu (9/2).
Diungkapkan Christine, miniatur boneka berpakaian minang ini bisa menjadi ladang bisnis baru baginya dan pengusaha kecil di Sumbar lainnya. Ini akan jadi kekuatan baru bagi bagi produk UMKM Sumbar dalam menghadapi serbuan produk negara ASEAN di 2015.
Saat itu, produk negara tetangga bebas masuk ke pasar Indonesia sesuai kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC).
Apa yang dilakukan Christine mendapat apresiasi dari Ketua Dekranasda Sumbar, Nevi Irwan Prayitno. “Kegiatan yang dilakukan Christine patut diacungi jempol. Dia telah ikut memberdayakan perempuan dan budaya Minangkabau,” ujar Nevi di sela kegiatannya menjadi juri lomba design pakaian miniatur adat Minang yang diadakan Christine di lokasi bazar HBT.
Boneka memakai miniatur pakaian adat Minang ini diberi nama Minang Doll. Nevi memasang asa, Minang Doll hendaknya bisa dikenal dunia seperti Barbie Doll.
Dekranasda akan memfasilitasinya ke Pemerintah Provinsi Sumbar untuk menjadikan Minang Doll ini souvenir unggulan.
“Kita punya craft centre di Khatib Sulaiman Padang dan anjungan di Balairung Jakarta buat memprosikannya,” ujarnya.
Menurut Nevi, cerita di balik boneka ini bisa mendongkrak citra Minang Doll. Apalagi isu pemanfaatan limbah UMKM seperti songket bordiran dan konveksi lainnya pasti diminati masyarakat internasional karena produk ini ramah lingkungan.
Namun Nevi, percaya naluri bisnis Christine bisa membawa nama Minang Doll ini ke dunia internasional lewat jaringan bisnis yang dia punya. Nevi berharap pengusaha keturunan ini terus membina dan membantu pemasaran produk UMKM Sumbar.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padang memandang boneka berpakaian adat Minangkabau bisa meningkatkan ekonomi kreatif. Sekretaris dinas itu, Oka Librafortuna menyebut boneka Minang itu juga menunjang pariwisata daerah ini sekaligus memberdayakan perempuan. (zul)