Header Ads

  • Breaking News

    Jadikan Koperasi Berkualitas, Award Menanti

    Padang - Pemerintah Provinsi Sumbar lewat Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya menjadikan koperasi-koperasi di daerah ini berkualitas. Berbagai strategi dan inovasi dilakukan untuk mencapainya.
    Reward and punisment pun diterapkan sehingga jumlah koperasi yang aktif saat ini meningkat menjadi 70,48 persen. Yang melaksanakan RAT pun naik 2 persen dibanding tahun sebelumnya.

    “Pencapaian ini sangat menggembirakan. Kita harus terus melakukan upaya-upaya yang bisa memberdayakan masyarakat,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno ketika rapat koordinasi pemberdayaan koperasi dan UMKM di Bukittinggi, Kamis (13/2).

    Ditegaskan Irwan di hadapan peserta rakor tersebut, pegawai di SKPD terkait harus meningkatkan perannya dalam membina usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah tugasnya. Mereka harus membantu pelaku usaha dan koperasi itu sampai-sampai.

    Bahkan kalau perlu, para PNS itulah yang membantu pengisian formulir saat pelaku UMKM mengakses permodalan. “Turun ke lapangan bersama pihak perbankan dan bantu hingga mereka bisa mengakses modal. Jika perlu jaminan bisa dihubungkan dengan PT Jamkrida,” tegasnya.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma menyebutkan dinas yang dia pimpin telah melakukan apa yang disarankan oleh gubernur tersebut.
    Mereka selalu menjalinkan kemitraan pelaku UMKM dan koperasi dengan pihak perbankan, LPDB dan BUMN. Pihak perbankan dan BUMN bahkan LPDB dipertemukan dengan UMKM.

    UMKM pun telah dibantu menyelesaikan formulir isian untuk mendapatkan modal dari lembaga tersebut.
    Rakor ini pun dimaksudkan untuk lebih meningkatkan sinergi antara provinsi dan daerah. Terlebih dinas pun mengundang bappeda se-Sumbar.

    Hal ini dimaksudkan agar program dari daerah menunjang program provinsi dan bersesuaian pula dengan program kementerian terkait. Apalagi di 2015, produk negara ASEAN bebas masuk ke pasar Indonesia.
    “Kita berharap, pemberdayaan UMKM yang kita lakukan merupakan kegiatan bersama yang terintegrasi dan saling menunjang. Karena provinsi hanya mampu memberdayakan 1000 UMKM per tahun sementara jumlahnya 510 ribu lebih,” tegas Achmad yang diamini Sekretaris Dinas, Dina Febriyanti.

    Dikatakan Ahmad, sebagai apresiasi bagi daerah yang sungguh-sungguh menjadikan koperasinya berkualitas, pemerintah provinsi memberikan piagam penghargaan.

    Ada empat daerah yang menerimanya. Daerah itu, Tanah Datar dan Padang untuk kategori koperasi aktif terbanyak. Sementara Kabupaten Solok dan Padang Panjang memperoleh award di kategori RAT tercepat.
    Tanah Datar membukukan koperasi aktif terbanyak 89,69 persen.

    Hal ini bisa mereka lakukan, kata Kepala Koperindagpastam Abdul Hakim karena menerapkan sanksi kepada koperasi di daerah mereka. Mulai dari teguran, surat peringatan hingga pembubaran. Tindakan pembubaran yang dilakukan dua tahun lalu, ternyata berdampak baik.

    Abdul Hakim beserta jajarannya berani menerapkannya lantaran menginginkan koperasi di daerahnya berkualitas. Apalagi daerah ini telah mengantongi predikat Kabupaten Koperasi pada 2008.
    “Ini tantangan bagi kita,” ujarnya sekaitan penghargaan yang dia terima.

    Padang Panjang punya cerita lain. Di sana koperasi berlomba menyelenggarakan RAT secepat-cepatnya. Bahkan di minggu pertama Januari sudah ada yang mengajukan RAT.

    Hal ini dialami setelah Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Padang Panjang menerapkan hadiah uang. Yang paling cepat berhak atas hadiah Rp5 juta. Hadiah uang tersedia hingga enam penyelenggara tercepat.
    “Ini patut disyukuri karena umumnya koperasi kami berbentuk KPN dan KPRI. Mereka juga pemegang jabatan struktural namun mampu mengadakan RAT secepatnya. Hadiah ini tentu memperkuat kooperasi tersebut,” ujar Kepala Dinas, Reflis. (zul)

    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728