Aksi Peduli Lingkungan SMK Semen Padang Diapresiasi
Padang - Aksi peduli lingkungan yang dimotori SMK Semen Padang bersama sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Igasar di Pantai Air Manis Padang mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta didik dari 30 sekolah di Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (1/2) berlangsung meriah dan sukses.
“Ini aksi peduli pertama yang digalang oleh SMK. Kami amat mengapresiasinya. Karena tanpa peran serta masyarakat, Kota Padang ini tak akan bersih,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang, Yadrizon yang mewakili Walikota Padang, usai membuka kegiatan tersebut.
Yadrizon meminta pegawai di dinas yang dia pimpin untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Dikatakannya hal itu sebagai wujud apresiasinya bagi aksi peduli dari pelajar Lubuk Kilangan. Bersih-bersih pantai yang mereka lakukan diharapkan bisa memotivasi sekolah lainnya untuk melakukan kegiatan yang sama. Sebab, menurut dia masih banyak objek wisata lainnya yang butuh perhatian serupa.
Apresiasi juga diberikan oleh Putu Senawa. Lelaki berdarah Bali itu kagum melihat ratusan siswa yang menyebar di Pantai Air Manis itu. Apalagi mereka memunguti sampah-sampah di pantai itu dengan riang gembira.
“Ini kegiatan positif yang perlu dilakukan terus. Apalagi lewat kegiatan ini, siswa diajak peduli dengan lingkungannya, peduli dengan objek wisata mereka,” ungkap pegawai Kemenag Riau yang setiap ada kesempatan, senantiasa berlibur bersama keluarganya ke Padang.
Efek lainnya, kepedulian lingkungan yang ditunjukkan siswa menggerakkan sejumlah pedagang di sana ikut membersihkan lingkungan sekitar lokasi berdagang mereka. Seorang diantaranya Rita Tanjung, yang terlihat asyik menyapu..
Rita mengaku gembira dengan kepedulian anak sekolah itu. Sebab mereka memang tidak sempat membersihkan tepian pantai itu. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawa ombak. Dikatakannya, pedagang di sini umumnya mengerti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman membuat wisatawan betah menikmati suasana pantai itu. Buktinya mereka sangat memperhatikan kebersihan sekitar lokasi mereka, kendati sampah yang dibawa wisatawan bukanlah berasal dari dagangan mereka. (zul)- Aksi peduli lingkungan yang dimotori SMK Semen Padang bersama sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Igasar di Pantai Air Manis Padang mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta didik dari 30 sekolah di Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (1/2) berlangsung meriah dan sukses.
“Ini aksi peduli pertama yang digalang oleh SMK. Kami amat mengapresiasinya. Karena tanpa peran serta masyarakat, Kota Padang ini tak akan bersih,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang, Yadrizon yang mewakili Walikota Padang, usai membuka kegiatan tersebut.
Yadrizon meminta pegawai di dinas yang dia pimpin untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Dikatakannya hal itu sebagai wujud apresiasinya bagi aksi peduli dari pelajar Lubuk Kilangan. Bersih-bersih pantai yang mereka lakukan diharapkan bisa memotivasi sekolah lainnya untuk melakukan kegiatan yang sama. Sebab, menurut dia masih banyak objek wisata lainnya yang butuh perhatian serupa.
Apresiasi juga diberikan oleh Putu Senawa. Lelaki berdarah Bali itu kagum melihat ratusan siswa yang menyebar di Pantai Air Manis itu. Apalagi mereka memunguti sampah-sampah di pantai itu dengan riang gembira.
“Ini kegiatan positif yang perlu dilakukan terus. Apalagi lewat kegiatan ini, siswa diajak peduli dengan lingkungannya, peduli dengan objek wisata mereka,” ungkap pegawai Kemenag Riau yang setiap ada kesempatan, senantiasa berlibur bersama keluarganya ke Padang.
Efek lainnya, kepedulian lingkungan yang ditunjukkan siswa menggerakkan sejumlah pedagang di sana ikut membersihkan lingkungan sekitar lokasi berdagang mereka. Seorang diantaranya Rita Tanjung, yang terlihat asyik menyapu..
Rita mengaku gembira dengan kepedulian anak sekolah itu. Sebab mereka memang tidak sempat membersihkan tepian pantai itu. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawa ombak. Dikatakannya, pedagang di sini umumnya mengerti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman membuat wisatawan betah menikmati suasana pantai itu. Buktinya mereka sangat memperhatikan kebersihan sekitar lokasi mereka, kendati sampah yang dibawa wisatawan bukanlah berasal dari dagangan mereka. (zul)
“Ini aksi peduli pertama yang digalang oleh SMK. Kami amat mengapresiasinya. Karena tanpa peran serta masyarakat, Kota Padang ini tak akan bersih,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang, Yadrizon yang mewakili Walikota Padang, usai membuka kegiatan tersebut.
Yadrizon meminta pegawai di dinas yang dia pimpin untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Dikatakannya hal itu sebagai wujud apresiasinya bagi aksi peduli dari pelajar Lubuk Kilangan. Bersih-bersih pantai yang mereka lakukan diharapkan bisa memotivasi sekolah lainnya untuk melakukan kegiatan yang sama. Sebab, menurut dia masih banyak objek wisata lainnya yang butuh perhatian serupa.
Apresiasi juga diberikan oleh Putu Senawa. Lelaki berdarah Bali itu kagum melihat ratusan siswa yang menyebar di Pantai Air Manis itu. Apalagi mereka memunguti sampah-sampah di pantai itu dengan riang gembira.
“Ini kegiatan positif yang perlu dilakukan terus. Apalagi lewat kegiatan ini, siswa diajak peduli dengan lingkungannya, peduli dengan objek wisata mereka,” ungkap pegawai Kemenag Riau yang setiap ada kesempatan, senantiasa berlibur bersama keluarganya ke Padang.
Efek lainnya, kepedulian lingkungan yang ditunjukkan siswa menggerakkan sejumlah pedagang di sana ikut membersihkan lingkungan sekitar lokasi berdagang mereka. Seorang diantaranya Rita Tanjung, yang terlihat asyik menyapu..
Rita mengaku gembira dengan kepedulian anak sekolah itu. Sebab mereka memang tidak sempat membersihkan tepian pantai itu. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawa ombak. Dikatakannya, pedagang di sini umumnya mengerti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman membuat wisatawan betah menikmati suasana pantai itu. Buktinya mereka sangat memperhatikan kebersihan sekitar lokasi mereka, kendati sampah yang dibawa wisatawan bukanlah berasal dari dagangan mereka. (zul)- Aksi peduli lingkungan yang dimotori SMK Semen Padang bersama sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Igasar di Pantai Air Manis Padang mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta didik dari 30 sekolah di Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (1/2) berlangsung meriah dan sukses.
“Ini aksi peduli pertama yang digalang oleh SMK. Kami amat mengapresiasinya. Karena tanpa peran serta masyarakat, Kota Padang ini tak akan bersih,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang, Yadrizon yang mewakili Walikota Padang, usai membuka kegiatan tersebut.
Yadrizon meminta pegawai di dinas yang dia pimpin untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Dikatakannya hal itu sebagai wujud apresiasinya bagi aksi peduli dari pelajar Lubuk Kilangan. Bersih-bersih pantai yang mereka lakukan diharapkan bisa memotivasi sekolah lainnya untuk melakukan kegiatan yang sama. Sebab, menurut dia masih banyak objek wisata lainnya yang butuh perhatian serupa.
Apresiasi juga diberikan oleh Putu Senawa. Lelaki berdarah Bali itu kagum melihat ratusan siswa yang menyebar di Pantai Air Manis itu. Apalagi mereka memunguti sampah-sampah di pantai itu dengan riang gembira.
“Ini kegiatan positif yang perlu dilakukan terus. Apalagi lewat kegiatan ini, siswa diajak peduli dengan lingkungannya, peduli dengan objek wisata mereka,” ungkap pegawai Kemenag Riau yang setiap ada kesempatan, senantiasa berlibur bersama keluarganya ke Padang.
Efek lainnya, kepedulian lingkungan yang ditunjukkan siswa menggerakkan sejumlah pedagang di sana ikut membersihkan lingkungan sekitar lokasi berdagang mereka. Seorang diantaranya Rita Tanjung, yang terlihat asyik menyapu..
Rita mengaku gembira dengan kepedulian anak sekolah itu. Sebab mereka memang tidak sempat membersihkan tepian pantai itu. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawa ombak. Dikatakannya, pedagang di sini umumnya mengerti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman membuat wisatawan betah menikmati suasana pantai itu. Buktinya mereka sangat memperhatikan kebersihan sekitar lokasi mereka, kendati sampah yang dibawa wisatawan bukanlah berasal dari dagangan mereka. (zul)

