Tingkatkan Kemampuan UMKM Mengakses Permodalan
Padang - Bank-bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) di Sumatera Barat telah menyalurkan kredit bagi pelaku UMKM sebesar Rp 4,1 triliun. KUR itu diakses oleh 107.149 debitur.Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sumbar, Achmad Charisma, Senin (20/1). Dikatakannya, "Realisasi KUR per 31 Desember 2013 mencapai Rp 4,1 triliun. Ini tentu sangat menggembirakan, karena semakin banyak usaha yang .mendapat tambahan modal lewat KUR."
Peningkatan jumlah debitur yang bisa mengakses KUR ini berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kerja yang diserap .
Menurut Achmad, kenaikan plafon KUR yang direalisasikan bank penyalur memperlihatkan perhatian perbankan terhadap UMKM. Dia berharap hal ini terus ditingkatkan, terutama untuk kredit modal kerja dan investasi.
Kredit modal kerja dan investasi ini sangat berguna memperkuat kelembagaan UMKM. Selain itu bisa mempermudah pelaku usaha untuk berkreasi dan berinovasi demi pengembangan usaha mereka.
Achmad mengingatkan pentingnya sikap kreatif dan inovatif bagi masing-masing pelaku UMKM. Apalagi tahun depan, produk-produk dari berbagai negara ASEAN bebas masuk ke Indonesia. Begitu pula sebaliknya seiring berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).
"Pelaku UMKM Sumbar hendaknya ikut jadi pemain dalam perdagangan bebas ASEAN tersebut. Untuk itu, bersiaplah dari sekarang, " tegasnya.
Mutu produk, merek, kemasan serta perizinan harus jadi perhatian utama. Sebab persaingan bukan hanya dari produk sejenis dari Sumbar saja. Melainkan juga daei daerah lain di Indonesia bahkan ASEAN.
Makanya, perlu dukungan semua pihak terutama dinas terkait di kabupaten/kota cepat menyikapinya dengan kebijakan dan program pendukungnya. BUMN pun diharap Achmad lebih memainkan peran lewat CSR dan PKBL-nya.
Bank penyalur KUR seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, Syariah Mandiri, BTN, Bukopin dan Bank Nagari bisa memfasilitasi UMKM dalam mengakses permodalan. Terutama dalam pembuatan proposal usaha. "Ini kelemahan UMKM yang usahanya layak dibantu permodalannya (feasible) Namun belum bankable. Sehingga banyak yang belum bisa menikmati KUR dan; perkuatan permodalan dari LPDB," kata Achmad. (zul)