Murid TK Semen Padang Melukis Bersama Orang Tua
Padang - TK Semen Padang punya cara unik meningkatkan kebersamaan, kekompakan dan kerjasama antara anak dengan orang tua mereka. TK menggagas lomba melukis pada pot bunga, di koridor sekolah itu, Sabtu (14/12).
Kegiatan ini mengawali rangkaian peringatan Hari Ibu di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Igasar Semen Padang ini.
Menurut Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri, lomba melukis ini dirancang untuk kian mendekatkan antara anak dengan orang tua mereka.
“Lomba ini kami kreasikan untuk membina kolaborasi antara orang tua, terutama ibu dengan anaknya. Mereka diminta untuk berkreasi bersama-sama di pot bunga yang kami sediakan,” ucap Deni.
Dikatakan Deni, lomba lukis digalakkan di TK yang dia pimpin lantaran banyak prestasi yang diukir lewat jalur ini. Tiap tahun, anak TK Semen Padang merajai aneka lomba mewarnai dan lomba lukis di Padang dan Sumbar.
Apalagi guru lukis dan mewarnainya, Erinaldi terkenal mumpuni melatih anak-anak. Baru-baru ini Eri menjadi juara III fingerpainting tingkat nasional. Prestasi ini ditorehkan awal November lalu.
Lomba lukis ini mendapat dukungan penuh dari yayasan dan Faber Castell. Dan ternyata mampu membangkitkan antusiasme tersendiri bagi anak dan orang tuanya. Revino Dwy Putra tak mau ketinggalan mengikuti lomba kendati dia masih dalam keadaan sakit. Dia memohon untuk bisa ikut lomba kepada mamanya, Feni Indriasari.
Lantaran merasa perlombaan itu pasti mengasyikkan dan bermanfaat bagi anaknya, mau tak mau Feni ikut bersama Vino. Jadilah ibu dan anak ini larut dalam menumpahkan kreasi di pot bunga tersebut.
Lain halnya dengan Fajrina Novia, orangtua Aulia Khairi Putra. Dia sadar anaknya lebih suka seni musik dibandingkan melukis. Namun ibu dua anak ini pun tahu anaknya jangan dibiarkan tidak menyukai seni lukis. Caranya, Fajrina lebih dominan bekerja sambil terus berupaya agar anaknya terlibat dalam melukis pot.
“Minimal dia membantu mengambilkan kuas dan cat yang bakal digunakan. Akhirnya Aulia sesekali ikut menggerakkan kuasnya. Jika dia bosan dibiarkan istirahat dan dibujuk lagi meneruskan pekerjaannya,” ulas Fajrina. (zul)