Header Ads

  • Breaking News

    Kelayan PSBN pun Mahir Bermain Catur

    Padang - Pernah melihat penyandang netra bermain catur? Minimal terbayangkah bagaimana mereka
    memainkannya? Pasti timbul pertanyaan cara para netra itu membedakan bidaknya dan bagaimana buah catur tersebut tidak berserakan ketika mereka memainkannya.

    Ternyata, mereka pun tak kalah hebatnya dengan orang normal. Mereka juga bisa memainkan langkah cantik dan menerapkan jebakan untuk bisa memenangkan permainan asah otak tersebut.

    Adalah Ismail dan Mawardi yang lagi asyiknya bercanda saat mengikuti babak semifinal pertandingan catur dalam rangka Hari Internasional Penyandang Disabilitas (HIPENDIS) tahun 2013 di PSBN Tuah Sakato.
    “Kudo yang dijalankan tadi, Langkah cantik tu mah (Kuda yang dijalankan tadi. Langkah cantik itu),” ujar Ismail setelah Mawardi menanyakan apa bidak yang dia langkahkan barusan.

    Ucapan tersebut langsung ditanggapi Mawardi dengan memeriksa dan coba mengingat posisi sebelumnya. Tampaknya dia teliti sekali. Satu per satu bidak catur di pegangnya. Dia pun menghitung posisi buahnya dan mencoba kemungkinan-kemungkinan jawaban dari kuda yang digerakkan Ismail.

    Namun, apapun yang digerakkan Mawardi membuat dia kehilangan satu perwira. Hal ini tentu saja menambah keunggulan Ismail. Mawardi terus menekan posisi raja Mawardi sambil menambah keuntungan perwira yang berhasil dilahapnya.

    “Mengasyikkan sekali kan pak melihat mereka memainkan bidak caturnya. Bahkan ada yang sampai berdiri memeriksa posisi buah catur tersebut sebelum melangkahkan buah caturnya,” ujar Kepala Tata Usaha PSBN Tuah Sakato Padang Osral yang didampingi instruktur PSBN Elimarnis kepada Singgalang, Kamis (5/12).

    Osral yang mewakili Kepala PSBN Heni Yunida, mengungkapkan bahwa papan dan bidak catur mereka modifikasi sedikit. Papan berwarna putih dibuat lebih tinggi dari yang hitam. Kemudian buah catur putih ditandai dengan paku payung di atasnya. Dengan paku payung inilah para pemain menandakan bidak milik mereka

    “Ini dimaksudkan agar para netra yang dididik di panti (kelayan) bisa pula menikmati permainan asah pikiran ini,” tegas Osral.

    Sama halnya dengan catur, tenis meja pun masih menyisakan beberapa pertandingan lagi. Sementara lomba tarompa panjang dan lomba kebersihan asrama yang juga digelar untuk peringatan Hipendis itu telah menyelesaikan berbagai nomor  yang dipertandingkan.

    Lomba tarompa panjang putra dimenangkan oleh kelompok yang beranggotakan Darwas, Syafrizal dan Riki Afrullah. Untuk kelompok putri dimenangkan kelompok Nia, Deprinismar dan Nova.

    Osral juga menambahkan, kelayan selain diberikan ketempilan hidup sehari-hari, mereka juga diberikan bekal keterampilan pijat, lulur dan kosmetik serta bermain musik. Ada program magang dan KUBE Bina Bakti untuk mempermahir mereka.

    Dikatakannya, dari 202 alumni PSBN sejak 1996, ada 67 klinik yang dibuka sendiri oleh para alumni yang tersebar di Sumbar, Riau dan Jambi. Selebihnya bekerja di klinik lain atau patungan dengan sesama alumni. Ini menjadi bukti, penyandang netra lulusan PSBN bisa mandiri. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728