Jesigo, Komoditas Jeruk Unggulan Sumbar
Limapuluh Kota - Jeruk Siam Gunung Emas (Jesigo) jauh lebih baik dari jeruk impor Cina dan Berastagi di Sumatra Utara. Selain rasanya sangat manis, jeruk ini juga tahan hingga lebih satu bulan setelah dipetik. Ketahanan itu, karena kulitnya cukup tebal.
Jesigo dihasilkan dari kebun-kebun petani di Jorong Lakuang, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Emas. Sejak tahun 1997, perkebunan jeruk ini telah dikembangkan. Kini telah menjadi 250 hektare.
Salah seorang petani jeruk yang sudah berhasil dengan 400 batang jeruknya, M.Yanis kepada Singgalang, Kamis (19/12). Dia mengatakan, jenis jeruk itu, jeruk unggulan dengan nama ‘Jesigo’ yang namanya Jeruks Siam Gunung Emas.
Yanis menyebutkan, jeruk jesigo adalah varietas unggul dengan usia 3,5 tahun sudah bisa berbuah. Buahnya pun juga sangat lebat, sehingga berikan keuntungan cukup besar buat petani. Masa berbuah pun cukup lama yakni 20-25 tahun.
Panen biasa dilakukan sekali seminggu dan panen raya sekali setahun dengan produksi 100 kg/batang. Jeruk dengan ukuran besar dijual Rp17 ribu/Kg
Menurut data yang berhasil dikumpulkan masih tersisa lahan potensi untuk perkebunan jeruk ini sekitar 450 hektare lagi. Total area yang akan dijadikan area perkebunan jeruk sebanyak 750 hektare.
Perkebunan ini, tak hanya menjadi daerah percontohan kebun jeruk di Sumatra Barat khususnya, namun juga tempat belajar bertani sekaligus memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan dalam bidang agrowisata. (*)
Jesigo dihasilkan dari kebun-kebun petani di Jorong Lakuang, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Emas. Sejak tahun 1997, perkebunan jeruk ini telah dikembangkan. Kini telah menjadi 250 hektare.
Salah seorang petani jeruk yang sudah berhasil dengan 400 batang jeruknya, M.Yanis kepada Singgalang, Kamis (19/12). Dia mengatakan, jenis jeruk itu, jeruk unggulan dengan nama ‘Jesigo’ yang namanya Jeruks Siam Gunung Emas.
Yanis menyebutkan, jeruk jesigo adalah varietas unggul dengan usia 3,5 tahun sudah bisa berbuah. Buahnya pun juga sangat lebat, sehingga berikan keuntungan cukup besar buat petani. Masa berbuah pun cukup lama yakni 20-25 tahun.
Panen biasa dilakukan sekali seminggu dan panen raya sekali setahun dengan produksi 100 kg/batang. Jeruk dengan ukuran besar dijual Rp17 ribu/Kg
Menurut data yang berhasil dikumpulkan masih tersisa lahan potensi untuk perkebunan jeruk ini sekitar 450 hektare lagi. Total area yang akan dijadikan area perkebunan jeruk sebanyak 750 hektare.
Perkebunan ini, tak hanya menjadi daerah percontohan kebun jeruk di Sumatra Barat khususnya, namun juga tempat belajar bertani sekaligus memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan dalam bidang agrowisata. (*)