Header Ads

  • Breaking News

    Unand Berhasil Kembangkan Gambir Sebagai Penyamak Kulit

    Padangpanjang - Gambir bisa menggantikan mimosa sebagai bahan penyamakan kulit. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Unand) berhasil mengembangkan gambir untuk menyamak kulit.

    Keberhasilan ini hendaknya disambut gembira karena mimosa yang diimpor telah lama digunakan termasuk oleh UPTD Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang. Milyaran rupiah bisa diselamatkan, sebab tak perlu lagi mengimpor bahan ini dari berbagai negara sebagaimana yang dilakukansejak 2009 lalu.

    Prof. Anwar Kasim yang menelitinya dan melakukan uji coba penyamakan menggunakan gambir di UPTD tersebut, Senin (11/11). Dia menyebutkan, selama ini digunakan bahan penyamakan kulit diimpor dari berbagai negara. Dengan nilai impor sejak tahun 2009 mencapai Rp35 miliar.

    "Kita memiliki gambir yang melimpah dan hanya sebagian kecil yang dipergunakan untuk kebutuhan industri skala besar. Untuk itulah, kita mencoba mengembangkan gambir sebagai bahan penyamakan kulit. Dan, hasilnya cukup maksimal," sebut Dosen Fateta Universitas Andalas itu.

    Disampaikannya, pihaknya telah melakukan riset sejak dua tahun belakangan. Anwar dan timnya bekerjasama dengan Bappeda Sumatera Barat, Dewan Riset Daerah, Pemko Padangpanjang, Pemkab Limapuluh Kota, Pemkab Pesisir Selatan dan UPTD Pengolahan Kulit.

    "Setelah dilakukan pengujian, kita juga mengirimkan sampel untuk diteliti oleh Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jogjakarta untuk mendapatkan hasil penelitian yang memenuhi SNI 06-0463-1989 sesuai kebutuhan skala industri," ungkapnya.

    Ketua Dewan Riset Daerah Unand, Prof.Fachri Achmad dalam pemaparannya menyebutkan, Unand sebagai lembaga pendidikan di Sumatera Barat terus berupaya mengembangkan dan menggali potensi-potensi yang ada di Sumatera Barat, baik untuk kepentingan dunia pendidikan maupun
    kepentingan pembangunan.

    Dia menyatakan apa yang telah dilakukan oleh Prof. Anwar Kasim dan kawan-kawan adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Penelitian mereka yang berhasil mengembangkan gambir sebagai bahan penyamakan kulit skala industri tentu amat bermanfaat bagi masyarakat, terutama petani gambir. Peningkatkan pemanfaatan gambir dalam negeri akan jadi faktor penetu standarisasi harga gambir.

    Sementara itu, Kepala UPTD Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang, Syuria menyebutkan, hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand sangat bermanfaat untuk pengembangan industri penyamakan kulit. Apalagi, gambir sebagai mimosa merupakan hasil pertanian yang ada di Sumatera Barat.

    "Jika melihat kebutuhan Mimosa kita setiap bulannya sebanyak 30 persen dari jumlah kulit yang kita samak. Dengan adanya penemuan ini, mudah-mudahan biaya produksi pengolahan kulit ini bisa berkurang dengan kualitas yang cukup baik," sebut Surya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728