Satpam Pegadaian Harus Beri Layanan Prima Bagi Nasabah
Padang - PT Pegadaian (Persero) Area Sumbar-Kerinci sosialisasikan budaya kerja kepada satuan
pengamanan (Satpam) mereka. Sebanyak 129 satpam pada 17 unit dan 40 cabang Pegadaian di wilayah Sumbar-Kerinci wajib mengikuti kegiatan tersebut pada 17 dan 24 November itu.
“Kegiatan ini kita selenggarakan karena mereka merupakan petugas di garis depan dalam pelayanan kepada nasabah. Jika nasabah beroleh kesan tidak dilayani dengan baik, maka buruklah citra pegadaian di mata nasabahnya,” ujar Manager Area PT Pegadaian (Persero) Sumbar-Kerinci, Gus Indra usai upacara bendera yang mengawali sosialisasi untuk angkatan kedua, Minggu (24/11).
Diungkapkan Gus Indra, tiap insan di pegadaian mulai komisaris hingga tenaga alih daya (outsourcing) termasuk satpam harus mampu menerapkan nilai budaya INTAN perusahaan dan 10 perilaku utama insan pegadaian. Dijelaskannya, INTAN ini merupakan kependekan dari inovatif, nilai moral tinggi, terampil, adi layanan dan nuansa citra.
Satpam pun dibekali diberi pengetahuan seputar produk-produk pegadaian. Meski transfer pengetahuan ini terbatas, minimal mereka bisa memerikan sedikit penjelasan jika ada nasabah atau tetangga mereka yang bertanya tentang pegadaian dan produk unggulannya. Mereka pun tahu kemana harus mengarahkan nasabah agar layanan pegadaian cepat, tepat dan memuaskan nasabah.
Ditambahkan Kepala Pegadaian Cabang Padang BUMN, satpam adalah aset perusahaan ini yang berada di garis depan dalam pelayanan kepada nasabah. Di pundak merekalah citra pegadaian ditumpangkan. Bernilai atau tidak di mata publik dan nasabah.
Karena itulah, PT Gapin yang mengelola tenaga pengamanan di Pegadaian area Sumbar-Kerinci, diwanti-wanti untuk teus meningkatkan disiplin dan kualitas kerja satpam ini. Jika perlu mereka direfresh setiap dua bulan sekali, minimal sekali enam bulan.
Kepala Perwakilan PT Gapin, Guntur, mengatakan tenaga pengamanan yang mereka rekrut adalah orang-orang pilihan. Mungkin karena ini, kata pensiunan tentara ini, Pegadaian kembali mempercayakan pengamanan kantor mereka kepada Gapin. Di tahun pertama cuma 15 kantor, sedangkan pada tahun kedua dipercaya mengamankan seluruh cabang dan unit di area Sumbar-Kerinci.

Tak hanya itu, tenaga pengamanan yang digunakan Gapin adalah hasil didikan SPN Padang Besi yang dikelola Bimas Polda Sumbar. Para satpam ini kata E Siregar (Bimas Polda), telah dibekali dengan disiplin dan keterampilan dasar. Mereka pun harus paham lima prinsip satuan pengamanan berdasar SKEP Kapolri No. T/842/1988 tertanggal 20 Desember 1988.
“Sosialisasi yang juga memberikan porsi pendisiplinan diri anggota satpam di lingkungan pegadaian disambut gembira. Sebab kami terbantu dalam menyegarkan kembali pelatihan kepada bekas didikan kami. Apalagi kami bulan depan para Satpam ini bakal merayakan ultah ke-37,” urai E. Siregar. (zul)
pengamanan (Satpam) mereka. Sebanyak 129 satpam pada 17 unit dan 40 cabang Pegadaian di wilayah Sumbar-Kerinci wajib mengikuti kegiatan tersebut pada 17 dan 24 November itu.
“Kegiatan ini kita selenggarakan karena mereka merupakan petugas di garis depan dalam pelayanan kepada nasabah. Jika nasabah beroleh kesan tidak dilayani dengan baik, maka buruklah citra pegadaian di mata nasabahnya,” ujar Manager Area PT Pegadaian (Persero) Sumbar-Kerinci, Gus Indra usai upacara bendera yang mengawali sosialisasi untuk angkatan kedua, Minggu (24/11).
Diungkapkan Gus Indra, tiap insan di pegadaian mulai komisaris hingga tenaga alih daya (outsourcing) termasuk satpam harus mampu menerapkan nilai budaya INTAN perusahaan dan 10 perilaku utama insan pegadaian. Dijelaskannya, INTAN ini merupakan kependekan dari inovatif, nilai moral tinggi, terampil, adi layanan dan nuansa citra.
Satpam pun dibekali diberi pengetahuan seputar produk-produk pegadaian. Meski transfer pengetahuan ini terbatas, minimal mereka bisa memerikan sedikit penjelasan jika ada nasabah atau tetangga mereka yang bertanya tentang pegadaian dan produk unggulannya. Mereka pun tahu kemana harus mengarahkan nasabah agar layanan pegadaian cepat, tepat dan memuaskan nasabah.
Ditambahkan Kepala Pegadaian Cabang Padang BUMN, satpam adalah aset perusahaan ini yang berada di garis depan dalam pelayanan kepada nasabah. Di pundak merekalah citra pegadaian ditumpangkan. Bernilai atau tidak di mata publik dan nasabah.
Karena itulah, PT Gapin yang mengelola tenaga pengamanan di Pegadaian area Sumbar-Kerinci, diwanti-wanti untuk teus meningkatkan disiplin dan kualitas kerja satpam ini. Jika perlu mereka direfresh setiap dua bulan sekali, minimal sekali enam bulan.
Kepala Perwakilan PT Gapin, Guntur, mengatakan tenaga pengamanan yang mereka rekrut adalah orang-orang pilihan. Mungkin karena ini, kata pensiunan tentara ini, Pegadaian kembali mempercayakan pengamanan kantor mereka kepada Gapin. Di tahun pertama cuma 15 kantor, sedangkan pada tahun kedua dipercaya mengamankan seluruh cabang dan unit di area Sumbar-Kerinci.

Tak hanya itu, tenaga pengamanan yang digunakan Gapin adalah hasil didikan SPN Padang Besi yang dikelola Bimas Polda Sumbar. Para satpam ini kata E Siregar (Bimas Polda), telah dibekali dengan disiplin dan keterampilan dasar. Mereka pun harus paham lima prinsip satuan pengamanan berdasar SKEP Kapolri No. T/842/1988 tertanggal 20 Desember 1988.
“Sosialisasi yang juga memberikan porsi pendisiplinan diri anggota satpam di lingkungan pegadaian disambut gembira. Sebab kami terbantu dalam menyegarkan kembali pelatihan kepada bekas didikan kami. Apalagi kami bulan depan para Satpam ini bakal merayakan ultah ke-37,” urai E. Siregar. (zul)
