Membangun Padang dalam Bingkai Ibadah
Padang – Kandris Asrin dan pasangannya Indra Dwipa bersepakat maju sebagai calon walikota dan wakil walikota lewat jalur independen untuk membangun Padang ke arah yang lebih baik. Mereka berdua bakal mendarmabaktikan tenaga, fikiran, waktunya demi kemajuan kota tercinta ini.
Mereka mengungkapkan bahwa perjuangannya semata karena ingin beribadah. Menurut keduanya, dengan meniatkan pembangunan Padang sebagai ibadah, maka akan memotivasi mereka untuk ikhlas dalam berbuat. Karena dibingkai dengan ibadah ini,
baik Kandris maupun Indra berupaya mendanai pencalonan mereka dengan menyisihkan sebagian harta yang disepakati bersama keluarga untuk dihabiskan demi merealisasikan impian bagaimana Padang ke depan.
“Saya melepas asset yang telah disepakati dengan isteri untuk membangun Padang. Kami pun bertekad harta itu kami anggap hilang (hibah), artinya menang atau kalah harta itu kami anggap hilang,” tegas Kandris.
Lebih jauh dijelaskan Kandris, karena telah dibingkai dengan ibadah, maka diminta pada keluarga untuk mengikhlaskan harta yang telah dilepas untuk perjuangan menuju padang 1. Tidak ada istilah mengembalikan harta yang telah dikeluarkan setelah berhasil memimpin Padang. (*)
Mereka mengungkapkan bahwa perjuangannya semata karena ingin beribadah. Menurut keduanya, dengan meniatkan pembangunan Padang sebagai ibadah, maka akan memotivasi mereka untuk ikhlas dalam berbuat. Karena dibingkai dengan ibadah ini,
baik Kandris maupun Indra berupaya mendanai pencalonan mereka dengan menyisihkan sebagian harta yang disepakati bersama keluarga untuk dihabiskan demi merealisasikan impian bagaimana Padang ke depan.
“Saya melepas asset yang telah disepakati dengan isteri untuk membangun Padang. Kami pun bertekad harta itu kami anggap hilang (hibah), artinya menang atau kalah harta itu kami anggap hilang,” tegas Kandris.
Lebih jauh dijelaskan Kandris, karena telah dibingkai dengan ibadah, maka diminta pada keluarga untuk mengikhlaskan harta yang telah dilepas untuk perjuangan menuju padang 1. Tidak ada istilah mengembalikan harta yang telah dikeluarkan setelah berhasil memimpin Padang. (*)
