Mahasiswa Pertanian UNES Olah Sampah Jadi Pupuk
Mahasiswa Universitas Ekasakti (Unes) olah limbah pertanian dan limbah pasar jadi pupuk organik. Kegiatan itu mereka lakukan dalam rangka pengabdian masyarakat di Korong Kiambang Kenagarian Lubuk Pandan Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Padang Pariaman.
Menurut ketua pelaksana Iptek bagi Masyarakat (IbM), Syamsuwirman, kegiatan itu sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Lingkungan terjaga dan mereka juga mendapat keuntungan ekonomi.
“Warga diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik. Mereka diajarkan bagaimana penerapan pupuk organik tersebut. Kami sekaligus melakukan pendampingan,” ujarnya.
Pelaksanaannya disejalankan dengan program hibah bina desa (PHBD) yang berlangsung 16-18 September. Dalam kegiatan itu, sampah pasar diolah menjadi pupuk organik.
Koile bersama tiga mahasiswanya menyatakan, apa yang mereka lakukan sekadar memberikan solusi kepada masyarakat.
Mereka tak perlu takut dengan sampah pasar yang menumpuk. Sampah itu harus dipandang sebagai onggokan uang jika bisa ditangani dengan baik.
Kegiatan dihadiri Pembantu Rektor III, Mahmud, Dekan Fakultas Pertanian, Ketut Budaraga, Walikorong Kiambang, Ainun dan tokoh masyarakat setempat.
Di hadapan sekitar 20 warga dilatih untuk keperluan itu, Mahmud dengan bangga memberikan apresiasinya terhadap pengajar dan mahasiswa Unes yang telah mampu berbuat bagi masyarakat.
Senada dengan rektor, Ketut Budaraga menyatakan puas dengan kontribusi positif dari pengajar dan mahasiswa fakultas yang dia pimpin. Tak henti-hentinya pengabdian yang mereka lakukan buat masyarakat di Padang Pariaman.
Dia berharap banyak pada kegiatan ini bisa mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebab petani diajak kreatif dalam memanfaatkan lahan yang banyak dibiarkan tertidur.
“Bila hasil pertaniannya lebih bagus tentu petani bersemangat mengelola lahan dan komoditas pertanian mereka. Apalagi jika mereka terbantu dalam pemasaran produk mereka,” tegas Ketut. (zul)
Menurut ketua pelaksana Iptek bagi Masyarakat (IbM), Syamsuwirman, kegiatan itu sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Lingkungan terjaga dan mereka juga mendapat keuntungan ekonomi.
“Warga diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik. Mereka diajarkan bagaimana penerapan pupuk organik tersebut. Kami sekaligus melakukan pendampingan,” ujarnya.
Pelaksanaannya disejalankan dengan program hibah bina desa (PHBD) yang berlangsung 16-18 September. Dalam kegiatan itu, sampah pasar diolah menjadi pupuk organik.
Koile bersama tiga mahasiswanya menyatakan, apa yang mereka lakukan sekadar memberikan solusi kepada masyarakat.
Mereka tak perlu takut dengan sampah pasar yang menumpuk. Sampah itu harus dipandang sebagai onggokan uang jika bisa ditangani dengan baik.
Kegiatan dihadiri Pembantu Rektor III, Mahmud, Dekan Fakultas Pertanian, Ketut Budaraga, Walikorong Kiambang, Ainun dan tokoh masyarakat setempat.
Di hadapan sekitar 20 warga dilatih untuk keperluan itu, Mahmud dengan bangga memberikan apresiasinya terhadap pengajar dan mahasiswa Unes yang telah mampu berbuat bagi masyarakat.
Senada dengan rektor, Ketut Budaraga menyatakan puas dengan kontribusi positif dari pengajar dan mahasiswa fakultas yang dia pimpin. Tak henti-hentinya pengabdian yang mereka lakukan buat masyarakat di Padang Pariaman.
Dia berharap banyak pada kegiatan ini bisa mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebab petani diajak kreatif dalam memanfaatkan lahan yang banyak dibiarkan tertidur.
“Bila hasil pertaniannya lebih bagus tentu petani bersemangat mengelola lahan dan komoditas pertanian mereka. Apalagi jika mereka terbantu dalam pemasaran produk mereka,” tegas Ketut. (zul)
