Header Ads

  • Breaking News

    KALAU TAHU CARANYA, Produk Tetap Dicari Konsumen Meski Harga Tinggi

    Branding (merek), harga dan pemasaran merupakan kegiatan yang terintegrasi satu sama lainnya. Produk yang bagus dengan branding yang baik namun kurang dalam pemasarannya, merugi. Tahu cara pemasarannya, produk akan laris manis.

    Hal itu diungkapkan Arlin Teguh, trainer dari Indosinergi Utama di hadapan pelaku UMKM Sumbar yang dibina inkubator bisnis UPT Kewirausahaan Universitas Andalas yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM. ‘’Branding itu penting, karena merupakan frase yang mewakili produk. Artinya bila seseorang berkata A maka dia berasosiasi langsung dengan produk yang diwakilinya,’’ ujar dia.

    Arlin mencontohkan, Mak Icih sudah dikenal banyak orang. Ketika orang bicara rasa Mak Icih, maka dalam pikirannya terbayang bagaimana produknya. 

    Branding merupakan identitas pembeda suatu produk dengan produk lainnya, sebelum bicara kualitas dan keunggulan produk. Tiap pelaku usaha pasti menginginkan branding produknya kuat. Maka langkah-langkahnya berawal dari penentuan segmentasi produk. Harga nantinya bisa mengikut.

    ‘’Jika telah ditentukan dan ingin berhasil, maka pelaku usaha bakal berupaya mempertahankan spesifikasi produk sesuai selera segmen pasar yang dia sasar,’’ katanya.

    Ditegaskan, konsumen mau saja membayar mahal asalkan produk sesuai ekspektasi mereka, meningkatkan citra diri mereka. Sebab nilai produk di mata konsumen sebanding dengan fungsional benefit (keuntungan) dan emotional benefit (keuntungan emosional) yang mereka rasakan.

    Keuntungan secara emosi inilah yang seharusnya dituju pelaku usaha. Kopi di kedai pinggir jalan beda jauh dengan harga secangkir kopi di hotel. Namun banyak juga yang memilih minum di hotel karena dia merasakan keuntungan secara emosional. Begitu juga dengan pizza yang dibeli kadang-kadang bukan karena rasanya enak tapi citra orang modern yang diusungnya. Konsumen memiliki kebanggaan karena dipandang masuk kelompok berkelas.

    ‘’Pengusaha Sumbar harus lebih kreatif mengekplor produknya. Cerita dibalik produk harus bisa dikembangkan sedemikian rupa demi branding. Eksplorasi keunikan produk. Orang akan tetap mencari kendati harganya relatif tinggi. Kripik patuih produksi peserta inkubator dari Bukittinggi bisa mewakili,’’ ungkapnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728