Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kemenkop Ujicoba Ritel Koperasi Modern di Sumbar

    Waserda milik koperasi di Sumbar diarahkan untuk bersaing dengan jaringan ritel modern. Bersama Jawa Timur, Sumbar dijadikan tempat ujicoba usaha ritel koperasi itu.

    Hal itu diungkapkan oleh Asisten Deputi Urusan Advokasi Kementerian Koperasi dan UKM, Hendrianto pada sosialisasi ritel koperasi yang diadakan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar di Grand Inna Muara Padang. Dalam kegiatan itu, Hendrianto menekankan pentingnya koperasi menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada usaha ritel koperasi.

    “Kementerian akan mengadakan ujicoba ritel koperasi ini di Sumbar dan Jatim. Kita bakal latih dulu pramuniaganya. Sebab pramuniaga adalah ujung tombak ritel koperasi,” ujar Hendrianto.

    Dipilihnya Sumbar sebagai ujicoba, karena pemerintah daerahnya masih membatasi jaringan ritel modern melakukan ekspansi di daerah ini. Dua daerah itu pula, kata Hendrianto, yang besar keinginannya mengembangkan ritel koperasi ini. “Kita harus bertindak cepat membenahinya. Instruktur untuk SKKNI itu juga dilatih. Mudah-mudahan sebelum 2015, seluruh pengelola ritel koperasi harus sudah mendapat pelatihan,” ujarnya.

    Dalam persiapan ritel koperasi tersebut, bakal dibentuk pula distribution centre (DC) yang akan menjalin kerjasama dengan produsen. Berarti harus ada gudangnya. DC pula yang mengatur promosi produk-produk yang dijual di ritel koperasi.

    Kondisi terkini ritel koperasi yang dilaksanakan oleh berbagai koperasi di Indonesia, masih belum profesional. Dalam empat jabatan  di ritel koperasi seperti manajer toko, asisten manager toko, kasir dan pramuniaga masih terdapat jabatan yang dirangkap.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar menyambut baik rencana kementerian terhadap usaha ritel koperasi ini. “Kita sangat gembira dengan rencana itu. Kita jelas akan memfasilitasinya sekaitan dengan SDM pengelola koperasi ritel dan UKM yang harus memenuhi standar SKKNI,” ujarnya.

    Achmad mengharapkan kepala dinas atau bidang yang membawahi koperasi di kabupaten/kota mempersiapkan koperasi yang bakal diikutkan dalam ujicoba tersebut. Mereka juga harus mempersiapkan sarana dan prasarananya. “Orang buat Hypermart, maka koperasi punya jarigan UKM Mart,” ujarnya.

    Dalam rapat itu ada usulan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang,  agar secepatnya dilakukan pelatihan untuk kasir. Sebab dari 40 waserda yang diberi bantuan, setelah satu tahun berjalan baru tiga koperasi yang bisa membuat laporan keuangannya. 

    Menanggapi hal ini, Hendrianto mengatakan bahwa kasir pun secepatnya bakal dilatih. Kementerian tengah mempersiapkannya, karena untuk kasir ada mesin cash register yang harus dipunyai waserda. (zul)

    Tidak ada komentar

    Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya

    OKEBANA

    Menyajikan berita, informasi tentang geliat IMKM dan Koperasi di Sumbar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad