200 PKL Kota Padang Diregistrasi
Ratusan pedagang kaki lima Kota Padang diregistrasi. Mereka bakal mendapat perkuatan permodalan Rp2 juta per orang. Proses registrasi yang dilakukan Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand ini berlangsung di Masjid Nurul Ishlah lantai IV Pasar Raya Blok I Padang, Kamis (25/4).
Ketua LPPM Unand, James Hellyward menyebutkan bahwa perkuatan permodalan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakatnya. Menurut dia Bantuan untuk pedagang kaki lima yang kini disebut pedagang kreatif lapangan ini mesti disikapi secara bijak oleh PKL. ‘’Manfaatkanlah bantuan ini sebaik-baiknya dan bayarlah pinjaman tepat waktu,’’ ujar James.
Dia mengharapkan pengurus Koperasi Persatuan Peternak dan Pedagang Ayam (KP3A) Kota Padang bersikap proaktif untuk mengingatkan anggota akan kewajibannya. ‘’Ini kali ketiga kami dipercaya Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar buat meregistrasi PKL yang bakal diberi perkuatan permodalan,’’ ujar pria yang juga Ketua IKP itu.
Menanggapi pernyataan James Ketua KP3A Kota Padang, Rajabman amat menyambut baik perkuatan permodalan yang diberikan lewat koperasi yang diapimpin. Dia menggaransi bahwa anggotanya mampu memenuhi kewajiban. Dia mencontohkan, tahun lalu ada bantuan perkuatan dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar sebesar Rp50 juta, dan itu bisa diselesaikan dengan baik.
‘’Jika ada kendala nantinya, kami pengurus koperasi akan turun ke lapangan untuk mengecek kendala yang dihadapi pedagang. Kami akan carikan solusinya agar mereka bisa memenuhi kewajibannya,’’ ujar pria yang biasa dipanggil Rajab itu.
Bagi Rajab dan kawan-kawan, bantuan permodalan sebesar Rp2 juta per orang itu amat besar artinya bagi mereka. ‘’Apalagi dalam kondisi ekonomi seperti ini,’’ tegas Rajab.
Sekaitan dengan proses verifikasi yang berlangsung, Koordinator Tim Verifikasi dari LPPM Unand Nardi menyebutkan Sabtu depan akan dilakukan verifikasi lanjutan karena masih ada pedagang yang belum bisa diverifikasi. ‘’Kuota untuk Padang sebanyak 200 pedagang dan ini harus mereka penuhi,’’ ujarnya.
Nardi menegaskan bahwa tidak seluruh PKL yang diverikasi kemarin dan Sabtu nanti akan memperoleh bantuan tersebut. Jika ada yang tidak lolos verifikasi, Nardi mengatakan akan memberitahu pengurus koperasi untuk mencarikan gantinya.
‘’Jika pengurus tidak sanggup mencarikan gantinya, maka mereka harus membuat nota tertulis tentang hal itu. Ini akan kita laporkan ke dinas,’’ katanya.
Pantauan Singgalang, PKL di Kota Padang adalah yang terakhir diverifikasi. Setelah ini, Tim LPPM Unand akan menyaring data PKL yang masuk dari lima kabupaten yang mendapat perkuatan permodalan bagi PKL ini. PKL yang lolos akan diberitahukan ke dinas terkait. Setelah itu mereka menyelesaikan urusan administrasinya, maka barulah dana masuk ke rekening koperasi.
‘’Ini program pancingan bagi PKL agar mereka bisa dijauhkan dari bank 47 (rentenir). Perkuatan modal ini kita berikan untuk memberdayakan PKL. Mereka kita integrasikan dengan koperasi yang ada di daerah mereka atau membentuk koperasi sendiri,’’ ujar Kabid PUMKM, Desmadi Idrus mewakili Kepala Dinas
Koperasi UMKM Achmad Charisma.
Menurut Didit, dana bantuan bagi PKL ini juga merupakan perkuatan bagi koperasi yang mendistribusikan bantuan PKL Itu. Sebab, dana itu tercatat sebagai dana hibah terhadap koperasi bersangkutan yang bisa digulirkan kepada anggota lainnya. Besaran dana yang masuk ke rekening koperasi sesuai dengan jumlah PKL yang teregistrasi. (zul)

Tidak ada komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya